Pelatihan Manajemen Publikasi: Strategi Spektakuler Menguasai Media Instansi Pemerintah yang Akuntabel dan Tepercaya

Pelatihan Manajemen Publikasi

Pelatihan Manajemen Publikasi

Pelatihan Manajemen Publikasi. Di era keterbukaan informasi yang berkembang begitu masif, performa komunikasi publik dari sebuah instansi dinilai secara langsung oleh masyarakat luas melalui keberhasilan setiap tata kelola medianya. Kehadiran Pelatihan Manajemen Publikasi menjadi instrumen yang sangat krusial bagi setiap organisasi birokrasi untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu mengelola dokumentasi dan penyebaran berita secara presisi, bermartabat, serta bebas dari disinformasi. Kegagalan komunikasi atau kesalahan dalam menyajikan data dalam rilis resmi dapat berdampak buruk pada wibawa institusi di mata publik serta memicu opini negatif yang merugikan stabilitas nasional.

Melalui agenda Pelatihan Manajemen Publikasi yang terstruktur, aparatur sipil negara kini dituntut untuk menguasai regulasi kehumasan terbaru guna menjamin keabsahan, keteraturan, dan kehormatan setiap konten dinas yang diselenggarakan. Kebutuhan akan kompetensi ini tidak lagi sekadar pelengkap administrasi teknis, melainkan sebuah kewajiban strategis demi menjaga nama baik korps birokrasi secara menyeluruh di hadapan netizen.

Setiap institusi pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, pasti sering memproduksi berbagai informasi publik seperti laporan kinerja tahunan, kebijakan baru, hingga dokumentasi kegiatan strategis nasional. Keberhasilan penyampaian pesan tersebut tidak terlepas dari peran vital tim di balik layar, khususnya para pengelola data dan informasi digital. Ketika seorang aparatur memiliki kompetensi yang mumpuni melalui Pelatihan Manajemen Publikasi, maka seluruh alur informasi akan mengalir dengan tertib, mencerminkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan profesional di hadapan semua pemangku kepentingan.


Apa Itu Pelatihan Manajemen Publikasi?

Secara mendasar, Pelatihan Manajemen Publikasi adalah program peningkatan kompetensi terpadu yang dirancang khusus untuk membekali aparatur sipil negara dengan keahlian tata kelola media massal, teknik penulisan berita resmi, pengelolaan saluran komunikasi digital, serta keterampilan menyunting dokumen sebelum disajikan kepada publik luas. Kegiatan pengelolaan informasi di lingkungan birokrasi bukanlah sekadar rutinitas mengunggah foto kegiatan atau teks di media sosial semata, melainkan sebuah implementasi langsung dari amanat undang-undang keterbukaan informasi yang mengatur jalannya transparansi fungsi pemerintahan agar berjalan tertib, harmonis, dan sesuai dengan hierarki ketatanegaraan yang berlaku di Indonesia.

Di sisi lain, peran pengelola informasi formal dalam instansi pemerintah memiliki karakteristik yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan sektor swasta atau media massa umum. Media komunikasi birokrasi dituntut memiliki pembawaan yang formal ringan, tegas namun tetap edukatif, serta pemahaman etika informasi yang sangat ketat agar tidak salah dalam menyebarkan data yang dikecualikan maupun urutan penyebaran berita pimpinan tertinggi. Kombinasi kedua disiplin ilmu ini memastikan setiap agenda kedinasan tersampaikan dengan mulus melalui Pelatihan Manajemen Publikasi tanpa ada pihak yang merasa dirugikan hak informasinya di ruang siber.

Untuk memahami esensi dasar dari program Pelatihan Manajemen Publikasi ini, kita harus melihat bahwa pengelolaan media instansi adalah seni sekaligus ilmu administrasi negara modern. Di dalamnya terdapat aturan-aturan universal dan lokal yang bersifat mengikat bagi seluruh pejabat negara tanpa terkecuali. Ketika seorang pengelola informasi memahami esensi ini dengan matang, mereka tidak lagi bekerja berdasarkan intuisi atau kebiasaan lama yang belum tentu benar, melainkan berdasarkan pedoman legalitas hukum yang kuat, sehingga seluruh pelaksanaan kegiatan publikasi dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, substantif, dan moral.

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan transparansi publik yang tinggi juga turut mengubah lanskap pengelolaan informasi modern secara radikal. Saat ini, setiap rilis berita tidak hanya dibaca oleh segelintir orang di koran lokal, tetapi juga disiarkan secara luas melalui berbagai kanal media sosial instansi yang memperbesar sorotan serta penilaian objektif dari masyarakat. Oleh karena itu, melalui program Pelatihan Manajemen Publikasi, aparatur pemerintah dipersiapkan untuk memiliki kesiapan mental dan keterampilan teknis yang matang agar setiap detail visual maupun verbal yang tersaji mencerminkan standar pelayanan publik yang prima, responsif, dan berwibawa di mata publik dunia digital.


Tujuan dan Manfaat Pelatihan Manajemen Publikasi

Pelaksanaan program pengembangan Pelatihan Manajemen Publikasi ini memegang peran penting dalam memodernisasi tata kelola administrasi serta hubungan masyarakat di seluruh lingkungan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

  • Menyelaraskan pemahaman aparatur mengenai regulasi keterbukaan informasi publik terbaru yang berlaku secara nasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang sah.

  • Meningkatkan keterampilan menyusun siaran pers dengan artikulasi penulisan yang jelas, struktur piramida terbalik yang tepat, dan pembawaan formal yang prima.

  • Membangun rasa percaya diri yang tinggi bagi aparatur saat bertugas mengendalikan krisis informasi berskala besar yang melibatkan nama baik pejabat tinggi negara.

  • Meminimalisasi risiko kesalahan teknis, pelanggaran etika birokrasi, serta ketidaksesuaian penyajian data dalam agenda resmi instansi kementerian.

  • Mewujudkan pelayanan kedinasan yang prima demi mendongkrak indeks reformasi birokrasi di bidang humas melalui efektivitas Pelatihan Manajemen Publikasi.

  • Peningkatan Citra Publik: Informasi kedinasan yang dikelola dengan rapi mencerminkan profesionalisme dan keseriusan instansi dalam melayani negara secara tulus.

  • Efisiensi Koordinasi: Tim humas yang terlatih mampu membangun sinergi yang solid dengan unit kerja lain serta awak media eksternal dari berbagai jurnalis terkemuka.

  • Standardisasi Pelayanan: Instansi memiliki acuan baku yang legal dan akuntabel dalam menyelenggarakan desiminasi informasi resmi maupun komunikasi publik secara terpadu.

  • Mitigasi Risiko Krisis: Aparatur memiliki kesiapan mental dan taktis dalam mengatasi situasi darurat pemberitaan negatif secara tenang, beretika, dan terukur.

Lebih jauh lagi, manfaat dari pelaksanaan kegiatan Pelatihan Manajemen Publikasi ini akan dirasakan dalam jangka panjang berupa terbentuknya dokumen prosedur kerja internal yang baku terkait alur persetujuan materi berita dinas sebelum naik cetak. Prosedur yang lahir dari pemahaman yang benar akan mempermudah generasi petugas humas di masa mendatang, sehingga kualitas penyajian data tetap terjaga secara konsisten meskipun terjadi mutasi atau rotasi pegawai di lingkungan internal instansi daerah maupun pusat. Hal ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan yang berkelanjutan dan dinamis.


Materi yang Dibahas

Kurikulum dalam Pelatihan Manajemen Publikasi disusun secara sistematis, adaptif, dan komprehensif agar peserta mampu menguasai aspek teoretis regulasi sekaligus keterampilan praktis di lapangan secara seimbang.

Materi pertama yang menjadi fondasi utama adalah pengenalan hukum keterbukaan informasi di Indonesia secara holistik. Peserta akan mendalami undang-undang pers, aturan hak jawab pejabat negara, serta klasifikasi informasi yang boleh dipublikasikan dan yang dikecualikan demi keamanan negara. Selain itu, dibahas pula mengenai tata upacara penandatanganan kerja sama media, serta tata penghormatan baku terhadap hak cipta materi publikasi secara legal dan akuntabel agar terhindar dari gugatan hukum dari pihak ketiga di kemudian hari.

Materi kedua difokuskan pada teknik penulisan khusus untuk media formal birokrasi yang efektif. Bagian ini mengupas tuntas cara memproduksi struktur piramida terbalik, mengatur kecepatan penyampaian informasi, menentukan pemilihan kata yang menarik namun sopan, serta cara mengatasi kesalahan ketik yang dapat mengurangi profesionalisme lembaga. Peserta juga dilatih untuk menyusun draf siaran pers secara mandiri yang fleksibel namun tetap mematuhi pakem aturan kebahasaan yang baku selama mengikuti rangkaian intensif Pelatihan Manajemen Publikasi.

Materi ketiga yang tidak kalah penting adalah manajemen krisis komunikasi dan penanganan kendala tak terduga di lapangan. Dunia digital sangat dinamis dan sering kali dihadapkan pada perubahan opini publik secara mendadak akibat berita yang tidak berimbang. Peserta akan diajarkan strategi taktis menghadapi penyebaran berita bohong, perubahan narasi di menit-menit terakhir, hingga penanganan psikologis saat terjadi kesalahan fatal dalam perilisan data agar suasana media tetap terkendali dengan baik dan selaras dengan tujuan utama Pelatihan Manajemen Publikasi.

Materi keempat berkaitan dengan etika visual, konsep desain grafis dasar, dan dokumentasi profesional yang estetis. Penampilan visual sebuah infografis atau foto kegiatan adalah representasi langsung dari kehormatan instansi yang diwakilinya di internet. Sesi ini akan membahas standar tata rias konten yang natural namun segar, komposisi fotografi yang ideal, hingga cara menyunting video pendek yang elegan, interaktif, dan informatif bagi pemirsa awam.

Materi kelima adalah simulasi komprehensif dan studi kasus nyata dari konflik komunikasi populer. Di akhir pemaparan teori Pelatihan Manajemen Publikasi, peserta akan dilibatkan dalam skenario simulasi pembuatan ruang redaksi mini, mulai dari tahap perencanaan isu, penyusunan tata letak rilis berita, gladi bersih konferensi pers, hingga pelaksanaan rilis inti di mana setiap peserta akan bergantian berperan sebagai redaktur dan juru bicara formal untuk mendapatkan evaluasi langsung dari para instruktur ahli.


Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini

Program Pelatihan Manajemen Publikasi dirancang secara inklusif namun spesifik bagi para pemangku kepentingan yang bertanggung jawab langsung atas reputasi komunikasi dan tata kelola informasi lembaga pemerintahan di seluruh penjuru Indonesia.

  • Aparatur Sipil Negara yang ditempatkan di bidang Hubungan Masyarakat, Publikasi, Dokumentasi, dan Komunikasi Publik kementerian atau dinas daerah.

  • Staf Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, serta Bagian Umum yang mengelola papan informasi digital di tingkat pusat maupun daerah.

  • Petugas pengelola situs web resmi, pengurus media sosial instansi, dan sekretaris pimpinan di kementerian maupun lembaga pemerintah non-kementerian.

  • Pegawai instansi yang sering ditunjuk atau dipercaya menjadi penyusun laporan kinerja tahunan pada kegiatan dinas internal dan eksternal.

  • Pimpinan unit kerja yang ingin mendalami tata cara koordinasi kehumasan demi kelancaran agenda kerja dan penyebaran program organisasi melalui Pelatihan Manajemen Publikasi.

  • Anggota unsur pelaksana teknis yang sering terlibat dalam kepanitiaan dokumentasi hari-hari besar nasional di lingkungan instansinya masing-masing.

Dengan menyasar audiens yang tepat, dampak dari Pelatihan Manajemen Publikasi ini akan langsung terasa pada operasional harian instansi. Pegawai yang telah mengikuti program ini akan menjadi motor penggerak transformasi pelayanan informasi di tempat kerja mereka, sekaligus menjadi mentor bagi rekan-rekan sejawatnya untuk menyebarluaskan standar penulisan yang benar, modern, ramah digital, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.


Narasumber dalam Pelatihan Ini

Keberhasilan transfer pengetahuan dalam program Pelatihan Manajemen Publikasi ini dijamin oleh kehadiran para narasumber yang memiliki kompetensi tinggi, sertifikasi resmi, serta rekam jejak panjang di dunia komunikasi nasional. Para instruktur terdiri dari praktisi media senior kementerian, mantan kepala hubungan masyarakat instansi pusat, redaktur senior media nasional, serta praktisi komunikasi digital profesional yang telah mendampingi ratusan pengelolaan krisis informasi berskala nasional dan internasional selama bertahun-tahun.

Dengan kombinasi latar belakang birokrasi yang kuat dan keahlian komunikasi modern, para narasumber Pelatihan Manajemen Publikasi mampu memberikan perspektif yang sangat aplikatif, legal, dan bebas dari kekeliruan audit tata kelola informasi publik. Peserta tidak hanya belajar tentang teori normatif yang ada di dalam buku panduan lama, tetapi juga akan mendapatkan transfer pengalaman berharga, tips rahasia di balik meja redaksi, serta analisis studi kasus riil dari berbagai peristiwa komunikasi nyata yang pernah dihadapi oleh para pakar selama puluhan tahun mengabdi di dunia pemerintahan.

Keterlibatan narasumber profesional ini juga membuka ruang diskusi interaktif bagi para peserta Pelatihan Manajemen Publikasi untuk berkonsultasi mengenai permasalahan spesifik yang sering mereka hadapi di daerah masing-masing. Pendekatan pembelajaran orang dewasa yang diterapkan oleh para instruktur memastikan suasana kelas tetap hidup, formal ringan, mudah dipahami, dan memberikan solusi konkret yang dapat langsung diimplementasikan sekembalinya peserta ke unit kerja asli mereka.

Penerapan ilmu yang didapat dari Pelatihan Manajemen Publikasi ini menuntut kedisiplinan tingkat tinggi dari seluruh elemen tim komunikasi instansi. Pengelolaan informasi bukanlah kerja individu yang egois, melainkan hasil dari kerja tim yang harmonis antara penulis berita, fotografer, editor, hingga pimpinan selaku pemberi persetujuan rilis resmi. Oleh karena itu, membangun komunikasi internal yang solid dan menyamakan persepsi antar-lini sebelum data dipublikasikan merupakan kunci utama terhindarnya instansi dari kesalahan fatal yang memalukan di ruang digital.

Kedisiplinan juga tercermin dari ketepatan waktu dalam merilis berita. Dalam dunia informasi modern yang serba cepat, menunda perilisan berita penting dapat membuat instansi kehilangan momentum emas dan membiarkan spekulasi liar berkembang bebas di masyarakat. Melalui kedisplinan yang diajarkan dalam Pelatihan Manajemen Publikasi, petugas media harus mampu mengondisikan data agar siap dipublikasikan tepat waktu melalui koordinasi intensif pra-acara dengan unit-unit kerja terkait yang memegang data primer.

Selain itu, aspek dokumentasi grafis juga harus diselaraskan dengan ritme penyebaran berita ke lini massa. Tim humas harus tahu kapan waktu yang tepat untuk mengambil dokumentasi momentum penting tanpa mengurangi esensi dari kegiatan itu sendiri. Semua detail kecil ini dipelajari secara mendalam di dalam Pelatihan Manajemen Publikasi agar tercipta keselarasan total demi menjaga marwah lembaga di mata publik nasional maupun internasional.

Digitalisasi membawa tantangan sekaligus peluang baru bagi dunia kehumasan pemerintah. Penggunaan aplikasi pengolah kata berbasis awan, pengaturan distribusi rilis berbasis sistem daring, hingga pengelolaan tata letak konten menggunakan perangkat lunak desain visual kini menjadi hal yang lumrah dilakukan sehari-hari. Aparatur tidak boleh gagap teknologi dan harus mampu memanfaatkan perangkat digital ini untuk meningkatkan efisiensi kerja yang serba cepat melalui implementasi Pelatihan Manajemen Publikasi.

Namun, di balik kemudahan digital tersebut, prinsip-prinsip dasar etika penulisan dan akurasi data tidak boleh bergeser sedikit pun dari aturan baku. Walaupun informasi dikirimkan melalui platform instan, tata bahasa yang digunakan harus tetap mencerminkan kesopanan birokrasi yang tinggi. Begitu pula saat menyelenggarakan konferensi pers virtual atau hibrida; protokol internet seperti pengaturan latar belakang visual resmi dan moderasi pertanyaan wartawan tetap wajib dikelola dengan standar yang ketat sesuai dengan apa yang dipelajari dalam Pelatihan Manajemen Publikasi.

Program ini secara adaptif juga memasukkan unsur-unsur pengelolaan krisis di era digital ke dalam pembahasannya. Hal ini bertujuan agar lulusan program memiliki kompetensi ganda, yaitu mahir mengelola media fisik secara luring sekaligus tangkas dalam mengendalikan jalannya opini publik di dunia daring dengan tingkat profesionalisme yang setara demi mendukung kejayaan institusi di masa kini.

Salah satu masalah klasik yang sering dihadapi oleh instansi pemerintah adalah hilangnya standar baku pengelolaan media ketika petugas humas senior memasuki masa pensiun atau dipindahtugaskan ke unit kerja lain. Fenomena ini terjadi akibat minimnya proses kaderisasi dan dokumentasi pengetahuan yang terstruktur dengan baik. Oleh karena itu, mengirimkan aparatur muda secara berkala untuk mengikuti Pelatihan Manajemen Publikasi menjadi sebuah investasi SDM yang sangat strategis bagi keberlangsungan organisasi dalam jangka panjang.

Kaderisasi yang baik akan melahirkan lingkungan kerja yang siap menghadapi situasi krisis informasi apa pun secara mandiri dan tangguh. Ketika instansi memiliki stok penulis berita resmi dan pengelola media yang melimpah dan merata di setiap unit kerja, maka beban kerja tidak akan menumpuk pada satu atau dua orang saja. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi para pegawai muda untuk menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kemampuan terbaik mereka di hadapan pimpinan melalui kinerja pengelolaan informasi yang gemilang.

Melalui program yang komprehensif ini, Platindo Pusat Pelatihan berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak kader-kader komunikator publik masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga santun dalam berbahasa, tegas dalam menegakkan aturan transparansi, serta memiliki integritas tinggi dalam menjaga nama baik korps pegawai negeri di setiap lini penugasan lewat efektivitas Pelatihan Manajemen Publikasi.

Jangan biarkan reputasi instansi Anda dipertaruhkan dalam ruang publik akibat keterbatasan kompetensi SDM dalam mengolah data dan berita. Segera persiapkan aparatur terbaik dari lembaga, kementerian, atau pemerintah daerah Anda untuk menguasai pengelolaan media secara modern. Dapatkan bimbingan langsung dari para praktisi ahli yang siap mentransformasikan staf Anda menjadi tenaga humas kelas dunia yang profesional, legal, dan akuntabel melalui program Pelatihan Manajemen Publikasi.


FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apakah Pelatihan Manajemen Publikasi ini juga membahas tata cara penanganan berita bohong (hoax)? Ya, materi pelatihan mencakup strategi mitigasi krisis komunikasi, teknik klarifikasi informasi resmi, serta penyesuaian regulasi hukum siber yang diselaraskan dengan undang-undang informasi dan transaksi elektronik agar tetap akuntabel, legal, dan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

  • Bagaimana pelatihan ini membantu meningkatkan kemampuan menulis staf yang tidak memiliki latar belakang jurnalistik? Kurikulum Pelatihan Manajemen Publikasi menyediakan sesi simulasi intensif, praktik penulisan langsung dari draf kasar hingga menjadi siaran pers siap edar, lengkap dengan umpan balik konstruktif dari narasumber ahli. Metode praktis ini dirancang untuk mengikis kekakuan gaya penulisan serta membentuk mentalitas penulis birokrasi yang tangguh secara bertahap.


Tingkatkan kualitas publikasi, transparansi, dan kredibilitas instansi Anda ke tingkat tertinggi bersama instruktur berpengalaman. Segera daftarkan tim kehumasan dan aparatur terbaik Anda sekarang juga untuk mendapatkan slot program eksklusif ini hanya di Platindo Pusat Pelatihan!

Pelatihan Manajemen Publikasi

Pelatihan Manajemen Publikasi

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Platindo Pusat Pelatihan Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema:

Metode

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Narasumber:

Narasumber dalam Bimtek/Pelatihan ini adalah Trainer yang berpengalaman di bidang masing-masing dan Tersertifikasi BNSP. Narasumber kami dari kalangan Kementrian, Praktisi, Akademisi dan Konsultan. Narasumber kami juga open diskusi sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung, agar semua masalah yang dihadapi oleh peserta dapat terselesaikan dan tercapainya tujuan dari peserta.

Pilihan Lokasi Kegiatan:

Bimtek dan Pelatihan ini dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.

Waktu Kegiatan:

Untuk waktu kegiatan dapat menyesuaikan permintaan dari peserta, dan tersedia dari Bulan Januari  sampai Desember 2026.

Legalitas Lembaga:

  • SK KEMENKUMHAM RI NO. AHU-0038009.01.01 TAHUN 2024
  • NPWP PLATINDO PUSAT PELATIHAN : 20.820.279.6-017000
  • NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2905240099576

Pilihan Kelas Pelaksanaan:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 085 376 771 176
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person

Pelatihan Manajemen Publikasi

Pelatihan Manajemen Publikasi

author-avatar

Tentang Bimtek Platindo

Platindo adalah Pusat pelatihan yang yang bergerak dibidang riset, pengkajian bimbingan teknis, diklat, workshop, sertifikasi, pelatihan dan pendidikan non formal. Platindo didirikan sebagai pengembangan sumber daya manusia (SDM) terutama dibidang pendidikan. Baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta & mahasiswa.

Tinggalkan Balasan